Doa Seorang Serdadu Sebelum Perang

Tuhanku,
Wajah-Mu membayang di kota terbakar
dan firman-Mu terguris di atas ribuan
kuburan yang dangkal

Anak menangis kehilangan bapa
Tanah sepi kehilangan lelakinya
Bukannya benih yang disebarkan di bumi subur ini
tapi bangkai dan wajah mati yang sia-sia

Beri Daku Sumba

Di Uzbekistan, ada padang terbuka dan berdebu aneh, aku jadi ingat pada Umbu Rinduku pada Sumba adalah rindu padang-padang terbuka Di mana matahari membusur api di atas sana Rinduku pada Sumba adalah rindu peternak perjaka Bilamana peluh dan tenaga tanpa dihitung harga Tanah rumput, topi rumput dan jerami bekas rumput Kleneng genta, ringkik kuda dan …

Surat Cinta

Kutulis surat ini kala hujan gerimis bagai bunyi tambur mainan anak-anak peri dunia yang gaib. Dan angin mendesah mengeluh dan mendesah. Wahai, dik Narti, aku cinta kepadamu! Kutulis surat ini kala langit menangis dan dua ekor belibis bercintaan dalam kolam bagai dua anak nakal jenaka dan manis mengibaskan ekor serta menggetarkan bulu-bulunya. Wahai, dik Narti, …

Puisi Indonesia Koleksi Pecinta Puisi dari Tanah Madura

“Web sites ini berisi kumpulan-kumpulan puisi yang ditulis oleh para pujangga yang telah banyak dikenal di Indonesia” Situs sederhana ini hanya memuat karya-karya puisi dari 9 penyair. Namun cukup berharga ketika kita mencari sebuah upaya dokumentasi sederhana atas karya-karya puisi yang bermutu dan bermakna. Puisi-puisi Chairil Anwar dan W.S. Rendra di situs ini disalin dari …

Sia-sia

Penghabisan kali itu kau datangMembawa kembang berkarangMawar merah dan melati putihDarah dan suci.Kau tebarkan depankuSerta pandang yang memastikan: Untukmu. Sudah itu kita sama termanguSaling bertanya: Apakah ini?Cinta? Keduanya tak mengerti. Sehari itu kita bersama. Tak hampir-menghampiri. Ah! Hatiku yang tak mau memberiMampus kau dikoyak-koyak sepi. Februari,1943[Versi Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus]

Krawang-Bekasi

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasitidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi. Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,terbayang kami maju dan berdegap hati? Kami bicara padamu dalam hening di malam sepiJika dada rasa hampa dan jam dinding yangberdetakKami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.Kenang, kenanglah kami. Kami sudah coba apa yang …

Persetujuan Dengan Bung Karno

Ayo! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janjiAku sudah cukup lama dengar bicaramu,dipanggang atas apimu, digarami oleh lautmu Dari mulai tgl. 17 Agustus 1945Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimuAku sekarang api aku sekarang laut Bung Karno! Kau dan aku satu zat satu uratDi zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayarDi uratmu di uratku …

Diponegoro

Di masa pembangunan inituan hidup kembali Dan bara kagum menjadi api Di depan sekali tuan menantiTak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.Pedang di kanan, keris di kiriBerselempang semangat yang tak bisa mati. MAJU Ini barisan tak bergenderang-berpaluKepercayaan tanda menyerbu. Sekali berartiSudah itu mati. MAJU Bagimu negeriMenyediakan api Punah di atas menghambaBinasa di atas ditinda Sungguhpun dalam …

Aku Tulis Pamplet Ini

Aku tulis pamplet inikarena lembaga pendapat umumditutupi jaring labah-labahOrang-orang bicara dalam kasak-kusuk,dan ungkapan diri ditekanmenjadi peng – iya – anApa yang terpegang hari inibisa luput besok pagiKetidakpastian merajalela.Di luar kekuasaan kehidupan menjadi teka-tekimenjadi marabahayamenjadi isi kebon binatang Apabila kritik hanya boleh lewat saluran resmi,maka hidup akan menjadi sayur tanpa garamLembaga pendapat umum tidak mengandung pertanyaan.Tidak …

Kepada Puisi, Sebuah Upaya Kurasi Antologi Puisi Nusantara

Melulu Puisi. Kudedikasikan untuk puisi-puisi yang bertebaran di langit jiwaku. Blog puisi ini berisi koleksi antologi-antologi puisi beserta beberapa puisi yang ada di dalam antologi tersebut. Pada saat blog ini kami akses, sudah lebih dari 400 antologi puisi yang diposting. Pemilik blog juga memiliki antusias untuk berpuisi. Di dalam blog tersebut karya-karyanya pun dituangkan dalam …