Kepada Puisi


Melulu Puisi. Kudedikasikan untuk puisi-puisi yang bertebaran di langit jiwaku.

Blog puisi ini berisi koleksi antologi-antologi puisi beserta beberapa puisi yang ada di dalam antologi tersebut. Pada saat blog ini kami akses, sudah lebih dari 400 antologi puisi yang diposting.

Pemilik blog juga memiliki antusias untuk berpuisi. Di dalam blog tersebut karya-karyanya pun dituangkan dalam buku elektronik yang dapat diunduh secara gratis maupun cetakan antologi yang dapat dibeli.

Pemilik blog ini bernama M. Nahdiansyah Abdi, lahir di desa Durian Gantang, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan. Di tanah tumpah darah hanya menumpang lahir, sebelum kemudian kembali ke tanah rantau di Banjarmasin hingga lulus TK. Sekolah Dasar, SMP, SMA di Banjarbaru. Lanjut ke Yogyakarta 1998-2003. Mengabdi di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum (2005 s.d.
sekarang). Beberapa puisi menghiasi antologi puisi bersama.

Buku-buku puisinya antara lain:

  1. Jejak-jejak Angin (2007, bersama Hajriansyah);
  2. Parodi tentang Orang yang Ingin Bunuh Diri dengan Pistol Air (2008);
  3. Pewaris Tunggal Istana Pasir (2009);
  4. Buku Harian Pejalan Tidur (2011);
  5. Nun, Kota di Tanah Rawa (2015, bersama Sandi Firly dan
    Hajriansyah);
  6. dari edan, oleh edan, untuk Eden (2016);
  7. Cegukan (2017)
  8. Di Hari Kematianku, Kawan, Pergilah Kalian Bercinta (2020)

Tinggalkan Balasan