Category «Esai»

Mengapa Saya Menulis Sajak

Bagi sementara penulis amat sukarlah untuk berbicara tentang diri sendiri, baik mengenai perkembangan tugasnya menulis maupun tentang alasan-alasan di balik tulisannya. Sebab kesukaran itu harus dicari pada keseganan untuk memperlihatkan terlalu banyak kelemahan sendiri, yakni perjuangan yang hampir sia-sia hendak menyelesaikan sesuatu dengan baik. Dan saya tergolong pada penulis-penulis demikian itu. Mungkin belum cukup matang …

Pembicaraan Ringkas Puisi-Puisi Subagio Sastrowardoyo

Tulisan ini mencoba membahas kembali segi-segi terpenting puisi Subagio Sastrowardoyo. Pada mulanya ia mencoba mendudukkan Subagio dalam peta sastra Indonesia modern seraya membandingkannya dengan pendahulu dan kawan-kawan penyair segenerasinya. Dalam perbandingan ini tampak perbedaan dan ciri-ciri penting Subagio, terutama lagi sumbangannya pada puisi Indonesia hari ini. Yakni dengan memperkenalkan kembali “puisi esai” (essay poem/essayistic poetry) yang sudah lebih dulu tumbuh dalam khazanah sastra asing. Dalam jenis ini puisi Subagio tampak sebagai upaya berpikir yang tak habis-habisnya, yang lebih menonjolkan yang abstrak ketimbang yang indrawi, yang prosais daripada yang puitis. Sebagai puisi yang prosais puisi-puisi Subagio tampak bukan sekadar penceritaan kembali akan khazanah tertentu, misalnya mitologi perwayangan, tetapi subversi terhadap kisah asalnya. Di bagian lain, puisi Subagio juga menunjukkan wataknya sebagai puisi simbolis yang kuat, di samping mencoba merumuskan kembali puisi di dalam puisi (ars poetica), sebuah cara untuk menyajikan ironi terhadap puisi dan jalan kepenyairan yang dipilihnya.