Pemikiran Sanusi Pane Dalam Menumbuhkan Kesadaran Nasional Dan Kebudayaan Nasional Indonesia 1930-1942

Sanusi Pane merupakan sastrawan yang fenomenal. Sanusi Pane memiliki pemikirannya sendiri mengenai kesadaran nasional dan kebudayaan nasional yang terangkum dalam setiap karya sastra yang dihasilkan. Melalui karya-karya sastranya yang dihasilkan, Sanusi Pane telah berusaha membangun kesadaran nasional dengan caranya sendiri. Sanusi Pane mencoba menumbuhkan cinta tanah air melalui kenangan kepada sejarah di masa lalu, yang tersirat dalam salah satu puisinya yg berjudul Majapahit. Dalam salah satu esei yang berjudul Mengembalikan Keboedajaan Kita, Sanusi Pane berpendapat bahwa kebudayaan Indonesia berorientasi pada kebudayaan Timur yakni yang mengutamakan kehidupan rohani, perasaan, gotong royong, dan tolong menolong.

Hari Puisi, sebuah monumen puisi persembahan para penyair nasional

HariPuisi.ID merupakan representasi dari kehadiran Yayasan Hari Puisi yang didirikan oleh para penyair nasional, yaitu Rida K Liamsi, Maman S Mahayana, Ahmadun Yosi Herfanda, Asrizal Nur serta Kazzaini Ks. Situs web ini diterbitkan sebagai upaya menjaga dan melaksanakan komitmen untuk memberi penghargaan yang tinggi kepada perpuisian dan kepenyairan Indonesia, menempatkan perayaan Hari Puisi Indonesia sebagai …

Tenangan Tiada

Entah apa yang mendorong aku kehidupan baru,
meninggalkan menistakan kehidupan lama.

Setiap kali aku terbujuk gemerlap restu,
sekejap lagi aku tersuram gelap derita.

Bertemu

Di tepi pantai laut kami bersua,
dan kami memandang ke dalam mata masing-masing,

yang penuh sengsara, penuh duka,
karena negeri digenggam bangsa asing.

Teratai

Kepada Ki Hajar Dewantara

Dalam kebun di tanah airku
      Tumbuh sekuntum bunga teratai
      Tersembunyi kembang indah permai
Tidak terlihat orang yang lalu.

Dibawa Gelombang

Alun membawa bidukku perlahan
dalam kesunyian malam waktu
tidak berpawang, tidak berkawan,
entah ke mana aku tak tahu.

Pembakaran

Pacar!
Coklat matamu subur,
Coklat darah tanah Cianjur.

Tapi pacar!
Yang meneteskan air hujan
di bawah alismu hitam,
hanya kedua molek tanganmu
dan aku dengan mesra dibalur madu.

Negeri Kertas, sebuah karya dari dan untuk seni

Situs ini didirikan dan dikawal sejak tahun 2007 oleh Walidha Tanjung Files yang telah berpengalaman di dunia sastra dengan meraih berbagai macam prestasi, terutama di bidang puisi dan musikalisasinya. Dengan mendeklarasikan diri sebagai Media Sastra dan Seni Budaya, situs ini telah memublikasikan ratusan bahkan mungkin ribuan puisi karya penyair-penyair Nusantara. Situs ini masih aktif dan …

Balada Terbunuhnya Atmo Karpo

Dengan kuku-kuku besi kuda menebah perut bumi
bulan berkhianat gosok-gosokkan tubuhnya
        di pucuk-pucuk para
mengepit kuat-kuat lutut penunggang perampok
        yang diburu surai bau keringat basah, jenawi pun telanjang.